My Trip My Adventure, sebuah acara dokumenter persembahan TransTV yang mengksplorasi pesona keindahan Indonesia, menghantarkan aku kembali ke Flores.

Ini adalah kunjungan kedua ke daratan Komodo dan tentunya aku sangat excited! Karena akan ada banyak kegiatan seru dalam rangka merayakan ulang tahun ketiga My Trip My Adventure (MTMA) bersama para host yang kece badai, explore Wae Rebo – sebuah desa adat di atas awan yang mendunia dengan tradisinya yang unik & hanya memiliki 7 rumah di kampungnya, and many more >.<

But good thing doesn’t come easy. Perjalanan panjang pun dimulai…

Dari Surabaya, aku transit di Denpasar, Bali dan berlanjut ke Labuan Bajo, Flores dengan pesawat explorer yang berukuran imut dikarenakan landasan yang pendek di bandara Bajo. Waktu penerbangan memakan waktu ± 2 jam.

Tiba di Labuan Bajo, sisa hari itu dihabiskan dengan bersantai manja menikmati sunset bersama rekan TransTV. Di sini sinyal mulai susah, hanya Simpati/Telkomsel yang masih bisa terkoneksi. Mau pakai WiFi pun tidak tersedia di semua tempat.

img_5705

img_5697

img_5687

img_5683
Sunset in Bajo Port

Keesokan paginya, kami meluncur dari Labuan Bajo menuju Denge dengan mobil ELF.

img_5724
Jangan lupa bahagia 😀

Perjalanan ditempuh sekitar 4-5 jam sambil ngorok. Beberapa kali kepalaku terantuk kaca jendela karena supir kami nge-drift untuk menghindari jalanan yang rusak parah. Disarankan minum Antimo supaya ga mabok darat yaaa….

img_5813
Hancurrrr….

Kami berhenti sesekali untuk menikmati pemandangan sawah yang hijau & asri. Seger di mata!
fullsizerender-59

fullsizerender-69
Di perbatasan desa Borik & Denge , kami singgah ke pantai terdekat.

fullsizerender-68

Ingin rasanya berlama-lama duduk & menikmati matahari yang perlahan-lahan tenggelam di balik garis pantai tapi waktu terus berjalan & kami harus bergerak ke tujuan berikutnya.

Processed with Snapseed.

fullsizerender-17

fullsizerender-23

Saat petang menggantung, kami tiba di desa Denge untuk beristirahat & mengisi perut yang keroncongan. Di sini, kami singgah di Wae Rebo Lodge, sebuah homestay bergaya bungalow di tengah-tengah sawah.

fullsizerender-58

fullsizerender-46

Di Denge inilah titik akhir perjalanan dengan mobil & titik awal pendakian menuju Wae Rebo di puncak gunung ± 1,200 mdpl.

Processed with Snapseed.

fullsizerender-72

img_6428

Menu malam ini: nasi merah, tumis sayur, ikan tengiri goreng (?), kerupuk & sambal. Enakkkkk!

fullsizerender-57

Selesai mengisi bahan bakar, pendakian pun dimulai sekitar pukul 6 sore. Dari Denge, kami terhitung mendaki dari titik 0 mdpl hingga puncak Wae Rebo dengan total jarak tempuh ±9 km dalam 4-5 jam tergantung stamina & kondisi alam.

Di awal perjalanan, kami berjalan di jalanan aspal. Hingga akhirnya, jalanan aspal berakhir & kami bergerak memasuki hutan rimba kayak di pilem-pilem. Hari sudah gelap & kami harus menyalakan senter untuk membantu penglihatan tetap tajam. Untungnya, kami dipandu 3 porter yang lincah & sigap membantu membawa bawaan ransel kami yang rasanya makin lama makin berat saja.

img_6383

img_6384

Total ada 3 pos yang harus dilalui. Pos 1 sungguh berat karena jalanan aspal yang licin – tidak ada pijakan & kemiringannya lumayan membuat kita harus bekerja extra melawan gravitasi. Keringat bercucuran & badan terasa panas.

img_5920

Di Pos 2, jalanan makin menyempit & menanjak dengan bebatuan yang menghadang & tanah yang lembab berlumpur bekas hujan tadi sore. Lebar jalanan ±1/2 m hanya pas untuk 1 orang, di kanan bebatuan & di kiri bibir jurang. Asli menegangkan.

Sepanjang jalan, saya fokus memicingkan mata untuk memilih batu pijakan, bergerak memindahkan beban badan ke pijakan yang mantap & mengatur napas. Salah dua dari kami mengalami cidera otot & luka di kaki sehingga harus bergerak lebih lambat.

fullsizerender-5
Hello, moon!

Ditemani sinar bulan, kami terus bergerak dan sesekali berhenti untuk minum air. Kalau ada night run, juga ada night trekking loh. Cuma jarang-jarang karena bahaya. Hehehe

Pendakian malam itu menyenangkan karena teman-teman yang seru & selalu bercanda untuk saling menyemangati. Jemi, salah satu crew TransTV, memutar lagu EDM kekinian di speaker yang dibawanya kemana-mana. Ini hiking rasa dugem ceritanya. LOL!

img_5899
Night trekking

Pos 3 tidak kalah menegangkan dengan Pos 1 & 2 karena disini kami menyeberangi sungai kecil & air terjun. Suara air menderu-deru keras seolah lapar sementara kami berpegangan tangan erat untuk berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya. Lengah sedikit bisa tergelincir & terbawa arus entah kemana T.T

img_5924

Mendekati akhir pendakian di pukul 11 malam, kami tiba di pos pemantau beratap ijuk & kami bisa melihat desa Wae Rebo dengan atap kerucutnya yang iconic.

Ada rasa haru karena berhasil melalui perjalanan panjang nan sulit selama 5 jam, ada rasa kekeluargaan yang tumbuh di antara kami yang bersama-sama melalui suka duka, dan juga ada rasa capek yang tak tertahankan untuk langsung tidur. Hehehe.

Kami bersemangat membunyikan kentongan sebagai pertanda kedatangan kami sementara porter kami mendahului memasuki desa untuk memberitakan kedatangan kami kepada tetua adat.

Uniknya, tidak semua orang bisa masuk ke Wae Rebo tanpa upacara adat di mana tetua akan berdoa & menerima kehadiran kami di Mbaru Niang, sebutan untuk rumah adat. No photos until ceremony is finished. Sshhhhhh! Kami duduk melingkari jari-jari rumah adat menghadap ke tetua yang menyambut kami dengan doa.

fullsizerender-29

Usai upacara, kami diantar ke Mbaru Niang yang khusus ditujukan untuk tamu. Di dalamnya, sudah ada beberapa tamu yang sudah tertidur pulas. Kami bergerak pelan-pelan supaya tidak berisik.

Setelah beberes, kami duduk melingkar di tengah rumah untuk minum kopi/teh Wae Rebo & makan malam yang lezatttt: sejenis ayam ungkep dengan bumbu rahasia Wae Rebo, sayur kuah, sambal berwarna kuning orang yang rasanya asam pedas anak, dan nasi putih panas. Yummmmm.

img_5946

img_6379

img_6381
Good night!

Malam itu, kami tidur pulas beralas tikar tipis yang berasa nyaman banget ditambah udara dinginnya gunung yang bikin betah di dalam selimut.fullsizerender-61

Tak lama, Mbaru Niang itu gelap & mulai tenang dengan suara napas & ngorok yang bersaut-sautan.

fullsizerender-19

Ga sabar menunggu esok pagi untuk melihat keindahan Wae Rebo!

To be continued.

img_6442

Highlight of Wae Rebo Part 1/2

I met cool friends during Wae Rebo trip & they write cool blog about our trip. Check it out!

Om Ariev

Om Bowie